Asah Nalar, Perkuat Syi'ar, Siswa SMA Negeri 2 Samadua Unjuk Potensi di MUQ Aceh Selatan

Samadua, Aceh Selatan — Semangat mengembangkan potensi dan keberanian tampil ditunjukkan oleh siswa SMA Negeri 2 Samadua, Aceh Selatan, melalui keikutsertaan dalam dua ajang perlombaan di SMA Plus Ulumul Qur'an (MUQ) Aceh Selatan . Para siswa mengikuti Lomba Debat Bahasa Indonesia yang berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, serta Lomba Syarhil Quran yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026.

Keikutsertaan dalam kedua perlombaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa di luar kelas. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini memberikan ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, membangun kepercayaan diri, bekerja sama, serta menunjukkan potensi yang mereka miliki.

Lomba Debat Bahasa Indonesia dilaksanakan selama dua hari. Babak pertama berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, pukul 13.30 WIB, kemudian dilanjutkan pada Kamis, 3 September 2026, pukul 08.00 WIB di SMA Plus Ulumul Qur'an (MUQ) Aceh Selatan. Dalam perlombaan tersebut, SMA Negeri 2 Samadua mengirimkan tiga siswa sebagai peserta, yaitu Khairul Anwar, siswa kelas XII, Nahwan Umar, siswa kelas XI, dan Rahmatul Sidik, siswa kelas X.

Siswa SMA Negeri 2 Samadua mengikuti Lomba Debat Bahasa Indonesia di SMA Plus Ulumul Qur'an (MUQ) Aceh Selatan. (Dokumentasi: Tim Humas SMAN 2 Samadua)

Keikutsertaan dalam lomba debat memberikan pengalaman bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat, membangun argumentasi, serta merespons gagasan secara logis dan terarah. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri ketika tampil dalam sebuah kompetisi.

Semangat siswa SMA Negeri 2 Samadua untuk mengembangkan potensi juga ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam Lomba Syarhil Quran yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, pukul 08.00 WIB di Madrasah Ulumul Qur'an (MUQ) Aceh Selatan.

Lomba Syarhil Quran terdiri atas dua kategori, yaitu Syarhil Quran PA (putra) dan Syarhil Quran PI (putri). Pada kategori Syarhil Quran PA, SMA Negeri 2 Samadua diwakili oleh Ferdi Yanda, siswa kelas XI, Arafatul Qhairi, siswa kelas X, dan Rajwa Fathirulhaq, siswa kelas X. Sementara itu, kategori Syarhil Quran PI diikuti oleh Warnifa Aqila, siswa kelas XII, Nazwa Syifa Ulia, siswa kelas XI, dan Unira Sofyana, siswa kelas X.

Siswa SMA Negeri 2 Samadua mengikuti Lomba Syarhil Quran kategori PA dan PI di SMA Plus Ulumul Qur'an (MUQ). (Dokumentasi: Tim Humas SMAN 2 Samadua) 

Keikutsertaan dalam Lomba Syarhil Quran menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan pesan-pesan Al-Qur'an secara terstruktur dan komunikatif. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman dalam membangun keberanian tampil di depan umum serta memperkuat kerja sama antarpeserta.

 

Keikutsertaan dalam Debat Bahasa Indonesia dan Syarhil Quran memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus saling melengkapi bagi para siswa. Debat melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan berkomunikasi secara efektif, sedangkan Syarhil Quran memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan pesan-pesan Al-Qur'an dengan baik.

Menanggapi pengalaman siswa dalam mengikuti perlombaan, Kepala SMA Negeri 2 Samadua, Sriayu Nahrisya, S.Pd.I.,M.Pd., menyampaikan bahwa “Pengalaman ini mengajarkan suatu hal yang luar biasa bagi anak-anak kami. Melalui kegiatan debat, mereka belajar untuk berani menyampaikan pendapat, berpikir kritis, menghargai perbedaan pandangan, serta menyusun argumentasi dengan baik. Yang paling penting bukan hanya hasil akhir dari perlombaan, tetapi proses yang mereka jalani. Pengalaman ini dapat membangun kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, serta keberanian mereka untuk tampil di hadapan orang lain.”

Pengalaman mengikuti kedua perlombaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan potensi siswa. Selain memperoleh pengalaman berkompetisi, para siswa juga belajar bekerja sama, menghadapi tantangan, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berpikir kritis.

 

Melalui Debat Bahasa Indonesia dan Syarhil Quran, para siswa SMA Negeri 2 Samadua mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama sekolah dalam kegiatan di luar lingkungan sekolah. Lebih dari sekadar hasil perlombaan, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan berani tampil di hadapan orang lain.

 

Dari argumentasi dalam debat hingga syiar melalui Syarhil Quran, keikutsertaan siswa SMA Negeri 2 Samadua menjadi pengalaman bermakna dalam mengasah kemampuan, keberanian, dan kerja sama.


Kontributor: Andri Nurhayat*

Posting Komentar

0 Komentar