![]() |
| Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA Negeri 2 Samadua (Dokumentasi: TIM Humas SMAN 2 Samadua) |
Samadua — SMA Negeri 2 Samadua menggelar
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada Sabtu, 10 Oktober 2026, mulai pukul
09.00 WIB. Kegiatan yang mengusung tema “Menjadikan
Rasulullah sebagai Teladan Berakhlak Mulia dan Bijak Bermedia Sosial di Era
Digital” ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai
keteladanan Rasulullah SAW, memperkuat keimanan, serta membentuk karakter
peserta didik yang berakhlak mulia di tengah perkembangan teknologi digital.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan
pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lantunan Selawat Badar. Acara kemudian
dilanjutkan dengan sambutan Ketua OSIS sekaligus Ketua Panitia, Kepala Sekolah,
dan Imam Mukim Kemukiman Sedar, sebelum memasuki acara inti berupa ceramah
agama.
Ketua
panitia sekaligus Ketua OSIS, Arafatul Qhairi, dalam sambutannya menyampaikan
bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kegiatan keagamaan yang
bertujuan mengajak seluruh siswa untuk semakin mencintai Rasulullah SAW serta
meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ia
juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut didukung melalui iuran
dan partisipasi warga sekolah, yang meliputi siswa, dewan guru, serta tenaga
kependidikan. Partisipasi bersama ini menjadi bentuk kebersamaan dan kepedulian
warga sekolah dalam menyukseskan penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi
Muhammad SAW.
Selanjutnya,
Kepala SMA Negeri 2 Samadua, Sriayu Nahrisya, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan
apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, menunjukkan
dedikasi, dan menjalin kerja sama dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia
mengapresiasi kekompakan seluruh panitia sehingga rangkaian acara dapat
terlaksana dengan baik.
Dalam
sambutannya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW
sebagai teladan dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan
tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus diimbangi
dengan penguatan keimanan, pembentukan karakter, dan pembiasaan perilaku
terpuji.
Sejalan
dengan tema kegiatan, ia juga mengajak para siswa untuk menggunakan media
sosial secara bijaksana dan bertanggung jawab. Media sosial hendaknya
dimanfaatkan untuk menambah wawasan, mendukung pembelajaran, mempererat
silaturahmi, serta menyebarkan informasi yang bermanfaat. Para siswa diharapkan
mampu menjaga etika dalam berkomunikasi, menghormati orang lain, dan
menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi maupun perilaku
negatif di ruang digital.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Imam Mukim
Kemukiman Sedar serta para keuchik dari Kemukiman Sedar atau perwakilannya,
yakni Keuchik Alur Pinang, Keuchik Gunung Cut, Keuchik Kuta Blang, dan Keuchik
Batee Tunggi serta komite sekolah. Kehadiran para tokoh masyarakat tersebut
menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah
sekaligus mempererat silaturahmi dan hubungan antara pihak sekolah dengan masyarakat.
Sambutan
berikutnya disampaikan oleh Imam Mukim Kemukiman Sedar. Dalam arahannya, ia
memberikan nasihat dan motivasi kepada para siswa agar menjauhi penyalahgunaan
narkoba serta berbagai bentuk pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan.
Ia mengingatkan bahwa generasi muda perlu membentengi diri dengan keimanan,
menjaga pergaulan, dan memiliki keberanian untuk menolak pengaruh buruk dari
lingkungan.
Selain
itu, ia memotivasi para siswa agar bersungguh-sungguh dalam belajar,
menghormati orang tua dan guru, serta memanfaatkan masa muda untuk meraih
prestasi. Generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu,
berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga,
masyarakat, agama, dan bangsa.
Acara
inti dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Dedy Sastra,
S.Ag. Dalam tausiahnya, ia mengajak para siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW
sebagai idola sekaligus teladan utama dalam kehidupan. Ia menegaskan bahwa
peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial
tahunan, tetapi perlu diwujudkan melalui pengamalan ajaran dan keteladanan
Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz
Dedy menekankan pentingnya menjaga salat sebagai kewajiban umat Islam,
menghormati dan menyayangi orang tua, serta menghargai guru yang telah mendidik
dan membimbing siswa dalam menuntut ilmu. Kecintaan kepada Rasulullah SAW,
menurutnya, perlu dibuktikan melalui perilaku nyata, seperti bertutur kata
santun, bersikap jujur, menghormati sesama, menjaga ibadah, dan melaksanakan
tanggung jawab dengan baik.
Ia
juga mengingatkan bahwa akhlak mulia harus tercermin dalam setiap tindakan,
baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat maupun ketika berinteraksi
melalui media sosial. Para siswa diharapkan tidak hanya mengenal dan mengagumi
Rasulullah SAW, tetapi juga berusaha mengamalkan nilai-nilai keteladanan beliau
dalam kehidupan sehari-hari.
Selain
sambutan dan ceramah agama, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA
Negeri 2 Samadua turut dimeriahkan dengan penampilan nasyid oleh para siswi dan
zikir oleh para siswa laki-laki. Kedua penampilan tersebut menambah suasana
religius sekaligus menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat,
mengekspresikan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni Islami.
Untuk
meningkatkan pengetahuan dan semangat belajar agama, panitia juga
menyelenggarakan kegiatan Cerdas Cermat Agama. Kegiatan ini menjadi sarana bagi
siswa untuk menguji wawasan keislaman, melatih keberanian, meningkatkan kemampuan
berpikir, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.
Rangkaian
kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan
harapan agar seluruh warga sekolah senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan
dalam menuntut ilmu, serta kekuatan untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam
kehidupan sehari-hari.
Melalui
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, SMA Negeri 2 Samadua berharap
seluruh siswa semakin mencintai Rasulullah SAW dan menjadikan beliau sebagai
teladan dalam membangun kepribadian yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Para siswa juga diharapkan mampu menjauhi narkoba, menghormati orang tua dan
guru, meningkatkan semangat belajar, serta bijak dalam memanfaatkan
perkembangan teknologi digital.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa meneladani Rasulullah SAW bukan hanya diwujudkan melalui perayaan Maulid, melainkan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, SMA Negeri 2 Samadua diharapkan terus berperan dalam menumbuhkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai agama*.
Kontributor: Andri Nurhayat*

0 Komentar